«

»

Jan 08

Wasana Praja Prodi S1 Manajemen Keuangan Hadiri Simposium Nasional BPK

Simposium NasionalPada hari Kamis (12/12/2013), Program Studi S1 Manajemen Keuangan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) menghadiri undangan Simposium Nasional dengan tema, “Menyongsong Penerapan COSO 2013 dan ERM di Lingkungan BUMN” yang diselenggarakan oleh BPK-RI bertempat di Pusat Pendidikan dan Pelatihan BPK. Dalam kegiatan tersebut, Prodi M. Keuangan mengutus 29 orang wasana praja bersama 5 orang pendamping yaitu Anindita Primastuti, ME (Sekretaris Prodi M. Keuangan), Afni Nooraini, S.IP (Staf Prodi M. Keuangan) dan 3 orang pengasuh yakni Indra Muhammad Nur Nasution, S.IP, Cyntia Febri S, S.IP dan Cici Dwi Kusuma, S.STP.

Simposium ini dibawakan oleh 2 orang narasumber yaitu Bapak Hari Setianto, Ak, M.Soc, Sc, QIA, CIA, CFE, CCSA, CFSA, CRMP, CGAP, CISA, CRMA selaku Direktur Akademis YPIA dan Bapak Sentot A. Sentausa selaku Managing Director PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk yang didampingi oleh moderator. Pak Hari terlebih dahulu menyampaikan materinya yang kemudian disusul oleh Bapak Sentot.

Pak Hari menyampaikan bahannya dengan judul COSO 2013 : Menerjemahkan Prinsip-Prinsip Menjadi Tindakan. Beliau mengatakan bahwa COSO (Committee of Sponsoring Organizations of The Treadway Commission) dibuat oleh Amerika dengan premis bahwa Risk Management dan Internal Control yang baik diperlukan untuk mencapai suksesnya organisasi jangka panjang dan orang memiliki tanggung jawab untuk mencapai objectives, juga bertanggungjawab atas kualitas internal control. COSO 2013 ini merupakan Internal Control Publications yang terus diperbaharui (di-update) sejak tahun 1992 sampai dengan tahun 2013 disesuaikan dengan kondisi dan keadaan lingkungan. Pak Hari juga menjelaskan Project Deliverable 1 yaitu Internal Control-Integrated Framework (2013 Edition) yang terdiri dari 3 volume yakni Executive Summary, Framework and Appendices, Illustrative Tools dan Project Deliverable 2 yaitu Internal Control over External Financial Reporting : A Compendium.

Pak Hari menerangkan bahwa dalam mencapai internal control yang efektif, COSO menghitung 5 komponen dengan 17 principles yaitu :

No

Komponen

Prinsip

1

Control Environment
  1. Menunjukkan komitmen terhadap integritas dan nilai etika
  2. Melaksanakan tanggung jawab oversight responsibility
  3. Menetapkan struktur, wewenang dan tanggungjawab
  4. Menunjukkan komitmen terhadap kompetensi (menarik, mengembangkan dan mempertahankan top talent)
  5. Menekankan akuntabilitas

2

Risk Assesment
  1. Menetapkan objectives yang tepat (sesuai visi dan misi)
  2. Identifikasi dan analisis risk
  3. Asses risiko fraud risk
  4. Identifikasi dan analisis perubahan yang signifikan

3

Control Activities
  1. Pilih dan kembangkan control activities
  2. Pilih dan kembangkan general controls over technology
  3. Terapkan melalui kebijakan dan prosedur

4

Information and Communication
  1. Gunakan informasi yang relevant
  2. Komunikasi secara internal
  3. Komunikasi secara eksternal

5

Monitoring Activities
  1. Melakukan evaluasi ongoing dan/atau terpisah
  2. Mengevaluasi dan mengomunikasikan defisiensi

 

Jadi, 5 komponen dengan 17 principles diatas idealnya diterapkan dalam setiap organisasi baik besar maupun kecil. Beliau juga mendeskripsikan lebih lengkap dan detail mengenai prinsip–prinsip di atas serta point of focus nya, menjelaskan overall assessment, peran dari control dalam mewujudkan principles, bagaimana berbagai controls mempengaruhi principles, transisi dan impact, dan peluang bagi internal auditor kepada para peserta simposium.

Dalam sesi ke-2, Pak Sentot menjelaskan Enterprise Risk Management di Bank Mandiri, mulai dari latar belakang pentingnya ERM, Konsep ERM, Managing Risk Through Operation serta Managing Risk Through Capital. ERM merupakan pengelolaan risiko secara terintegrasi, yang menghubungkan antara strategic planning, risk appetite, business execution, risk assessment dan performance evaluation dalam upaya mengoptimalkan pertumbuhan bisnis sesuai risk-adjusted return serta memaksimalkan shareholder value (Bank Mandiri, Annual Report 2012) . Bank Mandiri menggunakan ERM karena pengembangan Bank Mandiri dan perusahaan anak secara agresif pada berbagai segmen bisnis membutuhkan tata kelola Manajemen Risiko yang memadai.

Wasana Praja Manajemen Keuangan terlihat sangat antusias dalam mengikuti jalannya simposium, bahkan salah satu Praja ada yang bertanya pada sesi tanya jawab. Kami sangat beruntung diberikan kesempatan untuk dapat menghadiri Simposium Nasional yang notabene hanya untuk orang-orang tertentu saja.