«

»

Sep 11

Wisuda Praja IPDN Program Strata 1 Angkatan 19 Tahun 2012

(Jatinangor, 5 September 2012) Pada hari Rabu tanggal 5 September 2012 Institut Pemerintahan Dalam Negeri menyelenggarakan acara Wisuda Program Diploma IV, Program Strata1 Fakultas Manajemen Pemerintahan dan Fakultas Politik Pemerintahan dan Program Strata 2 Magister Administrasi Pemerintahan Daerah, Pascasarjana bertempat di kampus Jatinangor. Acara ini dihadiri oleh Menteri Dalam Negeri RI, Para Pejabat dari Kementrian Dalam Negeri RI, Para Gubernur dari seluruh Indonesia beserta perwakilannya, Para Bupati beserta perwakilannya, Para Rektor Perguruan Tinggi di Lingkungan Jawa Barat, Civitas Akademika IPDN, orang tua Praja serta para wisudawan IPDN.

Pada kesempatan wisuda kali ini jumlah wisudawan sebanyak 1093 orang dengan perincian  Wisudawan Program Strata1 Fakultas Manajemen Pemerintahan Dan Fakultas Politik Pemerintahan sebanyak 160 orang, lulusan dengan predikat Cumlaude sebanyak 81 orang pilihan dan seleksi akademik yang sangat ketat, serta predikat sangat memuaskan sebanyak 79 orang.

Dalam sambutannya Bapak Menteri Dalam Negeri RI menyampaikan bahwa kondisi empiris tentang Praja adalah Praja IPDN seperti mahluk manusia lainnya dan besar dalam suatu kebudayaan asal daerah masing-masing dari seluruh Indonesia yang mewakili kabupaten/kota dan provinsi di seluruh Indonesia. Hal tersebut sangat besar peranannya dalam membentuk sosok Praja, sehingga dalam proses pendidikan di IPDN merupakan suatu proses pendidikan multi kultural melalui tahap enkulturasi budaya selama 1 – 2 semester di kampus pusat Jatinangor dengan metode physiologikal versus purposif motivation  berdasarkan pada teori pengembangan bertahap. Pada tahap akhir dimantapkan kapasitas, kompetensi, dan kapabilitasnya sebagai proses pemersatu bangsa, integritas nasional Bhineka Tunggal Ika pada kampus pusat.

Secara fundamental tiga orientasi perubahan dalam proses Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan tersebut adalah :
1.    Psiko analisis sebagai kekuatan pertama;
2.    Behavioristik  sebagai kekuatan kedua;
3.    Humanistik sebagai kekuatan ketiga.

Keseluruhan format, norma, standar, kultur, struktur, dan prosedur yang saya laporkan tersebut sebagai suatu proses melahirkan kader Pamong Praja Muda yang siap bekerja untuk masyarakat, bangsa, dan negara, sebagai kader birokrasi pemerintahan dan pemersatu bangsa yang taat pada kode etik profesi pamong praja.

Sumber : Humas
Last Update : Admin (2012-09-07:09:04:51)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>